Kepemimpinan?



Terlalu sempit rasanya ketika kita mengartikan sebuah kata kepemimpinan hanya pada teori yang diciptakan para ahli. Dalam tulisan in perbolehkan saya mengartikan kata itu berdasarkan apa yang saya rasakan dan apa yang saya harapkan.

Nama saya ayuning, saya terlahir dari keluarga yang penuh cinta kasih dari Allah SWT. Dicintai Allah bukan berarti selalu hidup pada kemapanan dan kemwahan. Fluktuasi hidup menurut saya adalah sebuah bentuk cinta kasih Allah yang luar biasa. Dari sana saya belajar untuk berdiri pada kaki sendiri dan bersyukur karena saya diberi kesempatan lebih dahulu untuk berusaha lebih keras dibanding yang lain. Jiwa kepemimpinan itu dimiliki setiap orang karena bentuk paling kecil dari tindakan seorang pemimpin adalah mampu memimpin dirinya sendiri. Mampu memimpin tindakannya, ucapannya dan pikirannya. Itulah sebuah definisi kepemimpinan yang saya pelajari sejak saya menginjak usia 8 tahun. Kedengaran terlalu dini bukan untuk anak seusia tersebut? Itulah yang membuat saya wajib bersyukur karena kondisi mengajak saya untukmemulai belajar lebih dini.

Menginjak bangku SMA, saya salahsatu siswa yang beruntung dapat bergabung dengan keluarga besar Sampoerna Academy tepatnya di SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Dimana semua perangkat sekolah bekerja sama berusaha keras untuk mencetak lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang cukup baik.  Berbagai pelatihan kepemimpinan sering diadakan, mulai dari diklat angkatan baru, pelatihan 7 habits of highly effective teens, outbond hingga diklat dengan satuan angkatan darat jawa timur. Boarding school system pun menjadi katalis yang luar biasa efektif dalam menanamkan jiwa kepemimpinan kepada tiap individu siswa. Saya juga memilih untuk mengikuti beberapa kegiatan dalam forum OSIS, bergabung dalam komite asrama dan diangkat sebagai komite kedisiplinan, bergabung dalam forum pelajar peduli indonesia dan forum lingkar pena serta bergabung dalam berbagai learning to live lainnya. Semua tempat tersebut menjadi sebuah kesempatan emas bagi saya untuk terus berlatih menjadi sosok pemimpin yang baik. Pada jenjang ini saya belajar bahwa seorang pemimpin adalah dimana ketika kita mampu memberikan pengaruh positif kepada orang lain dan membuat mereka mau menjalankan tujuan bersama dengan kita untuk sebuah kepentingan bersama pula.

Ketika saya mulai menyandang jabatan paling tinggi dari seorang siswa yaitu mahasiswa, saya mencoba mengikuti bermacam kegiatan kemahasiswaan mulai dari himpunan mahasiswa jurusan, badan eksekutif fakultas, badan eksekutif universitas hingga organisasi ekstra kampus, disanalah saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin yang harus memimpin mulai dari 4 orang hingga puluhan orang dalam satu projek. Hal yang paling menarik yang saya temukan bahwa semakin beragam karakter dan kepribadian seseorang, semakin pudar perbedaan antara orang baik dan tidak baik, semakin beragam orientasi seseorang dan semakin beragam pula problem yang saya hadapi. Lagi lagi saya harus bersyukur atas segala pembelajaran tersebut. Karena semua kesemuan dan kebiasan tersebut mengajarkan saya bahwa seorang pemimpin tidak melulu tentang kekuatannya dalam memberikan pengaruh terhadap orang lain. Tapi pemimpin sejati adalah dia yang berani memberi, melakukan yang terbaik tanpa sedikitpun mengharapkan imbalan sekalipun imbalan tersebut hanya sekedar ucapan terimakasih. Pemimpin sejati adalah ia yang berani menyisihkan kepentingan pribadinya demi menanamkan banyak kebaikan kepada orang lain dengan keikhlasan.

Ketertarikan saya pada perilaku manusia mengantarkan saya memilih konsentrasi manajemen sumber daya manusia untuk studi saya. Dengan harapan suatu saat saya akan tumbuh menjadi sosok pemimpin yang tidak hanya mampu membawa anggotanya mencapai tujuan yang diinginkan, namun juga mampu menciptakan proses pencapaian yang membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain.

Saya percaya pada satu hal,
bahwa pelaut yang tangguh tidak terlahir dari samudra yang tenang, begitu pun seorang pemimpin.

Komentar